Jadwal Pelatihan

Budidaya Lele Sangkuriang
Segment Pembesaran :
1. Tgl. 24 Agt 14
2. Tgl. 7 Sept 14
3. Tgl. 21 Sept 14
4. Tgl. 12 Okt 14
5. Tgl 26 Okt 14

Segment Pembenihan :
1. Tgl. 15-17 Agt 14
2. Tgl. 29-31 Agt 14
3. Tgl. 5-7 Sept 14
4. Tgl. 19-21 Sept 14
5. Tgl 26-28 Sept 14

Posts Tagged ‘Lele Sangkuriang’

4 Langkah Mudah Memulai Bisnis Lele Sangkuriang

Seperti yang saya kutip di tayangan televisi “Apakah gaji anda cuma lewat saja ditabungan ? Apakah anda hanya menunggu kenaikan gaji tahunan ? Ingin menambah income  tetapi pusing mikirin bisnis apa yang akan dilakukan?”. Uraian berikut ini dapat menjadi salah satu referensi anda bagi yang ingin memulai berbisnis.

Artikel ini saya beri judul “4 langkah mudah memulai bisnis lele sangkuriang“. Kenapa saya bilang mudah, karena ternyata memang tidak sulit untuk memulai bisnis ternak lele sangkuriang. Insyaallah..

Langkah I : Sediakan Lahan

Sediakan saja lahan untuk kolam dengan luas minimal 150 m2 untuk satu paket indukan Lele sangkuriang. Bersyukurlah anda bagi yang mempunyai orang tua yang memiliki investasi tanah, sehingga bisa anda manfaatkan langsung. Bagi yang tidak mempunyai lahan, anda dapat menyewa lahan mati dalam artian lahan yang tidak di olah oleh pemiliknya. Biasanya lahan yang terbengkalai dapat anda sewa dengan harga yang murah. Dari pada terbengkalai, lebih baik anda manfaatkan bukan.. Atau anda tawarkan dengan sistem bagi hasil dengan persentasi tertentu dengan yang punya tanah. Kalo tidak menemukan lahan murah, cara terakhir yang dapat anda lakukan khusus bagi pria, adalah anda menikahi anak perempuan tuan tanah di kampung anda. hehe… dijamin anda bisa menggunakan tanah mertua anda, gratis !!  Just kiding ya… (saya tidak menyarankan anda menempuh cara ini).

Langkah II : Sumber air bersih

Sediakan sumber air bersih. Air bersih yang dimaksud disini adalah air yang baru, benar-benar bersih, bukan air bekas, bebas dari limbah rumah tangga apalagi limbah pabrik. Tidak disarankan menggunakan air PAM karena mengandung kaporit. Air yang bersih, bukan berarti bening.

Langkah III : Persiapkan modal


Persiapkan modal awal minimal sebesar Rp. 5 jt. Modal ini akan digunakan untuk pembuatan kolam, membeli satu paket indukan (disarankan indukan di peroleh dari peternak yang telah berertifikasi), pakan selama masa pembenihan, biaya tenaga kerja dan biaya lainnya. Sedikit promosi, untuk indukan anda dapat membeli di empang kami yang berlokasi di Tigaraksa – Tangerang.

Langkah IV : Ikuti Training Budidaya Lele Sangkuriang

Ikuti training budidaya lele sangkuriang selama 3 hari. Dengan materi training kombinasi antara teori dan praktek lapangan. Selain diberikan pengetahuan mengenai seluk-beluk lele sangkuriang yang di laksanakan di kelas, anda juga diberi kesempatan untuk langsung praktek di kolam. Metoda budidaya yang kami ajarkan adalah metoda Abah Nasrudin sang maestro lele sangkuriang. Untuk training kami baru akan menyelenggarakan di pertengahan tahun 2011 ini.

Anda bisa membaca kisah sukses salah seorang peternak lele sangkuriang yang juga merupakan asuhan Abah Nasrudin. klik disini. Selamat mencoba ya semoga sukses…

 

Sumber :

Tulisan sendiri

Segmen Pasar Lele Sangkuriang

SEGMENT PASAR JELAS DAN TERBUKA LEBAR

Pemasaran lele sangkurian tidak sulit, baik di tingkat benih maupun ukuran konsumsi. Sebab segme pasar lele di indonesia sudah jelas dan masih terbuka lebar untuk di garap. Untuk pemasaran lele dapat di lakukan ke :

  1. Warung pecel lele
  2. Warung Tegal (Warteg)
  3. Rumah makan dan restoran
  4. Usaha makanan olahan berbahan dasar lele
  5. Usaha pemancingan
  6. Rumah tangga
  7. Usaha pembenihan lele sangkuriang

 

POPULARITAS LELE SANGKURIANG SEMBAKIN BAIK

Cerita mengenai lele sangkuriang bergulir dari mulut ke mulut. Pemberitaan di media massa baik cetak maupun elektronik tentang keunggulan lele sangkuriang, menambah varietas ikan berkulit licin ini semakin populer.

 

Sumber :

  1. Jurus Sukses Beternak Lele Sangkuriang, Penulis Bpk. Nasrudin

Kenapa Memilih Kolam Terpal ?

Kolam Terpal

Kolam Terpal

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, salah satu keunggulan dari budidaya lele sangkuriang adalah lele dapat di pelihara dalam berbagai wadah dan lingkungan perairan. Berdasarkan pengalaman wadah yang mudah dan murah dalam pembuatannya adalah kolam terpal. Adapun keunggulan pemakaian kolam terpal adalah :

  1. Dapat diterapkan di lahan terbatas
  2. Dapat diterapkan di lahan atau tanah yang porous (tanah yang menyerap air) atau berpasir
  3. Biaya investasi murah
  4. Dapat diterapkan di daerah sulit air
  5. Pembuatannya praktis
  6. Ikan lele yang dibudidayakan di kolam terpal tidak berbau lumpur
  7. Ikan lele yang dibudidayakan di kolam terpal jarang diserang penyakit
  8. Kelangsungan hidup (Survival Rate) ikan lele yang dipelihara di kolam terpal lebih tinggi, bisa mencapai 95%

Itulah diantara keunggulan memilih kolam terpal dalam pembudidayaan lele sangkuriang.

Kolam terpal dapat diterapkan untuk pembenihan, pemijahan dan pembesaran hingga menghasilkan lele konsumsi. Budidaya ikan lele di kolam terpal merupakan peluang usaha bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan, membuka lapangan kerja  dan menyediakan protein ikan yang pada akhirnya menggerakan ekonomi di suatu kawasan.

Sumber :

  1. Jurus Sukses Beternak Lele Sangkuriang, Penulis Bpk. Nasrudin
  2. Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal, Penulis Bpk. M. Ghufran H. Kordi K.

Buku Pintar Budidaya & Bisnis Lele

Judul Buku  : Buku Pintar Budidaya & Bisnis Lele Sangkuriang

Penulis          : Darseno, SP

 

Buku Pintar Budidaya Lele

Buku Pintar Budidaya Lele

Sinopsis

Lele, komuditas ini tidak ada matinya. bahkan, permintaannya terus meningkat. Kini siapapun dapat membudidayakan ikan tak bersisik ini karena teknis pemeliharaannya yang tergolong sederhana. buku ini menyediakan segala informasi, terutama secara teknis untuk memulai dan menjalankan budidaya dan bisnis lele. Didalamnya juga membahas masalah-masalah yang kerap dihadapi oleh pembudidaya lele, misalnya seputar pakan. Lebih lengkap lebih praktis dilengkapi VCD

Harga    : Rp. 55.000,-

Belum termasuk ongkos kirim

 

Untuk informasi lebih lanjut, klik disini.

ASAL USUL LELE SANGKURIANG

Lele sangkuriang sejatinya memang merupakan keturunan lele dumbo.

a.  Lele dumbo dan penurunan kualitas

Lele dumbo masuk dan di perkenalkan ke Indonesia pada tahun 1985. Sebelumnya, masyarakat Indonesia hanya mengenal lele lokal dengan segala keterbatasan kualitas yang dimiliki jenis lele tersebut. Sejak diperkenalkan, lele dumbo langsung mendapat tanggapan positif dari masyarakat.

Pasalnya, jenis lele yang didatangkan dari taiwan ini mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan lele lokal, diantaranya tumbuh lebih cepat, jumlah telur lebih banyak dan lebih tahan terhadap penyakit. Namun dari segi cita rasa, lele lokal masih unggul daripada lele dumbo. Lele lokal memiliki rasa yang lebih gurih dan renyah.

Kehadiran lele dumbo di Indonesia menyebabkan popularitas lele lokal meredup. Perhatian masyarakat beralih ke lele dumbo dan berangsur-angsur menurunkan minat masyarakat dalam membudidayakan lele lokal. Dalam waktu singkat lele dumbo telah menjadi primadona produk perikanan domestik.

Sebagai salah satu produk ikan hasil budidaya, selama bertahun-tahun lele dumbo menempati urutan teratas dari sisi jumlah produksi yang dihasilkan. Produksi perikanan budidaya nasional lebih dari 10%-nya berasal dari lele dumbo. Tahun 2010 ini, lele dumbo diharapkan menjadi pendongkrak produksi perikanan budidaya dengan target mencapai 38%.

Sayangnya perkembangan budidaya lele dumbo yang terbilang pesat tidak diimbangi dengan pengelolaan induk yang baik. Akibatnya, lele dumbo yang beredar di masyarakat mengalami penurunan kualitas. Indikasi nyata dari penurunan kualitas tersebut ditunjukkan dengan laju pertumbuhan ikan yang semakin lambat, semakin rentan terhadap penyakit, dan respon terhadap pakan tambahan kian menurun.

Penurunan kualitas lele dumbo diduga disebabkan oleh sering dilakukannya perkawinan sekerabat (inbreeding) dan seleksi induk yang salah. Akibatnya pemijahan yang dilakukan malah menggunakan induk yang berkualitas rendah. Akhirnya, semakin lama penurunan kualitas lele dumbo semakin tak dapat dihindari. Hal ini tak pernah disadari oleh sebagian besar pembudidaya lele dumbo yang ada.

b.  Upaya perbaikan genetik lele dumbo

Penurunan kualitas lele dumbo telah mengundang keprihatinan beberapa kalangan, seperti para pakar perikanan di Indonesia dan terutama pihak Departemen Kelautan dan Perikanan. Sebagai upaya mengembalikan kualitas lele dumbo agar mendekati kualitas ketika pertama kali didatangkan ke Indonesia, Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPAT) Sukabumi telah berhasil merekayasa genetik lele dumbo dengan melakukan silang balik (backcross).

Proses silang balik dilakukan dengan mengawinkan induk lele dumbo betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6). Induk betina F2 merupakan induk yang dimiliki BBPAT Sukabumi yang merupakan keturunan kedua lele dumbo yang di introduksi ke Indonesia tahun 1985. Sementara itu, induk jantan F6 merupakan keturunan dari induk betina F2, yang juga masih sediaan induk di BBPAT Sukabumi.

Upaya silang balik tersebut konon mulai dirintis sejak tahun 2000. Ternyata, upaya tersebut menunjukkan hasil positif. Benih yang dihasilkan dari induk hasil silang balik tersebut terbukti unggul dan mendekati kualitas benih lele dumbo ketika awal di introduksi ke Indonesia. Selain itu, kemampuan bertelur induk dan daya tetas telur terbilang tinggi.

Singkat cerita, setelah dinyatakan berhasil, lele dumbo hasil silang balik tersebut mulai disosialisasikan dan disebarkan secara terbatas pada tahun 2002 – 2004. Penyebaran awal dipusatkan di daerah Bogor dan Yogyakarta. Ternyata, di kedua daerah tersebut keunggulan lele hasil backcross itu masih dapat di pertahankan dengan baik.

Alhasil, pada tahun 2004, lele hasil silang balik tersebut resmi di lepas secara luas oleh Departemen Kelautan dan Perikanan sebagai komoditas baru ikan lele unggul.

Lele dumbo hasil silang balik tersebut kemudian diberi nama lele sangkuriang. Konon, nama tersebut dipilih karena terinspirasi oleh cerita rakyat Jawa Barat tentang kisah asmara Sangkuriang dengan ibu kandungnya sendiri yang bernama Dayang Sumbi. Persilangan balik ini memang mirip dengan kisah sangkuriang, yakni induk lele betina disilangkan dengan induk jantan yang masih keturunannya.

 

Sumber :

  1. Jurus Sukses Beternak Lele Sangkuriang, Penulis Bpk. Nasrudin

Kenapa Memilih Lele Sangkuriang ?

 

Lele Sangkuriang

Lele Sangkuriang

Kenapa memilih lele sangkuriang ?  Apasih keunggulannya sehingga ternak yang satu ini saat ini ngeboming dan menjadi ternak favorit yang di budidayakan oleh peternak ?  Hal ini karena lele sangkuriang memiliki banyak keunggulan, seperti :

1.  Hasil produksi lebih tinggi

Angka produksi lele sangkuriang relatif lebih tinggi.

2.  Panen yang lebih cepat

Cepatnya laju pertumbuhan lele sangkuriang berdampak pada cepatnya siklus panen.

3.  Kemampuan bertelur dan daya tetas telur tinggi

Kemampuan bertelur induk lele sangkuriang sangat luar biasa. Kemampuan bertelur induk lele sangkuriang 40.000 – 60.000 butir bertelur dalam sekali pemijahan. Begitu juga dengan daya tetasnya. Telur lele sangkuriang memiliki daya tetas lebih tinggi, yakni diatas 90%.

4.  Lebih tahan terhadap penyakit

Semua jenis lele dipersenjatai dengan lendir yang melapisi kulitnya, tak terkecuali lele sangkuriang. Lendir ini berguna untuk melindungi kulit atau tubuh lele, terutama untuk menangkal serangan penyakit. Karena itu, hindari perlakuan terhadap lele yang dapat mereduksi atau mengikis lendir di kulit lele.

5.  Kualitas daging lebih unggul

Daging lele sangkuriang lebih unggul. Keunggulan ini terbukti dari tekstur daging yang lebih padat. Selain itu, daging lele sangkuriang lebih minim kandungan lemaknya, lebih renyah, lebih gurih dan tidak berbau lumpur.

6.  Lebih tahan banting

Sama seperti lele pada umumnya, lele sangkuriang termasuk ikan yang lebih tahan banting. Untuk dapat bertahan hidup, lele sangkuriang tidak memerlukan kondisi atau persyaratan air khusus seperti ikan air tawar lainnya.

7. Dapat dipelihara di air tergenang dan minim air

Dengan alat arborescent organ, lele mampu hidup pada perairan yang minim oksigen sehingga tidak memerlukan penggantian air yang ketat. Lele sangkuriang sangat memungkinkan di pelihara di dalam wadah budidaya dengan kondisi air yang kritis, misalnya di bak comberan.

8.  Dapat dipelihara di berbagai wadah

Lele bisa dibudidayakan di dalam wadah yang beragam. Misalnya, menggunakan kolam terpal, drum, bak, kolam tadah hujan atau wadah alternatif lainnya.

9.  Teknik pemeliharaan mudah

Dalam hal pergantian air, tak harus sesering jika membudidayakan ikan bersisik. Bahkan disarankan untuk tidak mengganti air kolam sama sekali selama masa pemeliharaan lele sangkuriang. Pasalnya penggantian air akan mengubah kualitas air ideal bagi lele sangkuriang.

10. Bisa dibudidayakan di lahan sempit

Lele sangkuriang sangat mudah di budidayakan di lahan yang sempit atau terbatas.

11. Dapat menerima berbagai pakan

Lele dikenal sebagai ikan pemakan segala. Dalam budidaya lele dapat diberikan pakan buatan seperti pelet dan pakan tambahan seperti ikan rucah, bekicot, hal ini dapat mengurangi biaya produksi (biaya pakan).

12. Benih mulai mudah diperoleh

Pada awal diperkenalkan kepada masyarakat, benih lele sangkuriang masih sangat sukar di peroleh. Namun seiring berjalannya waktu, jumlah pembudidaya pembenihan lele sangkuriang relatif bertambah banyak.

13. Teknologi budidaya lele telah dikuasai masyarakat

14. Dari sisi distribusi dan pemasaran dalam kondisi hidup

Distribusi lele hingga di rantai akhir pemasaran senantiasa dalam kondisi hidup, lele tersaji dalam kualitas prima di meja konsumen.

Keunggulan lele merupakan berkah bagi peternak, pengusaha dan konsumen.

 

Sumber :

  1. Jurus Beternak Lele Sangkuriang, Penulis Bpk. Nasrudin
  2. Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal, Penulis Bpk. M. Ghufran H. Kordi K.
Contact Us

SMS & Whatapps

0821 123 777 33
(Utk telp di luar jam kerja)

Pin BB : 7D0209D4

Marketing : Nina

e-mail :
ternaklelesangkuriang
@gmail.com

4 langkah

Empat langkah mudah memulai ternak lele sangkuriang

1. Sediakan lahan
2. Sumber air bersih
3. Modal
4. Ikuti trainingnya